Blackbird, an epic

Sebenernya ga ada maksud apa-apa ane nulis ini, kebetulan lagi ga ada yang bisa dikerjain aja, dan tanpa sengaja memutar lagu dari sebuah band rock Amerika, yaitu Alter Bridge. Ane disini bukan mempromosikan band tersebut yaa, ini cuma sebagai bentuk apresiasi ane terhadap karya mereka yang terhitung “wah! Yaitu sebuah lagu berjudul blackbird.

Blackbird adalah sebuah lagu dari album mereka yang berjudul sama.

Lagu ini bergenre alternative metal dan rada berbau grunge. Untuk agan yang berpikiran “negatif” terhadap genre-genre “gelap” semacam rock, metal, grunge dan jenis-jenis lainnya, ane sarankan untuk meluangkan waktu sebentar untuk mendengar lagu ini, ane yakin, setelah agan semua mendengar full dari intro sampe outro, cara pandang anda terhadap musik keras akan total berubah. Musik bergenre grunge yang jelas eksis karena merupakan suatu kasualitas dari alternative rock lebih bercorak dewasa dengan mewarnai lirik dengan corak bertemakan kehidupan dan kritik sosial, jadi yang selama ini berpandangan bahwa musik-musik gelap itu bersifat ngga dewasa dan terkesan ugal-ugalan, coba dikoreksi kembali pendapatnya. Musik-musik macam inilah yang membuat kita lebih peka terhadap hidup dan lingkungan sosial, juga terhadap sastra. Bandingkan dengan musik-musik mainstream yang hanya bercorak cinta, putus nyambung juga galau, dan terkadang memuat bahasa sehari-hari dalam liriknya, jelas tak ada kandungan sastra di dalamnya. musik seperti inilah yang terkadang menyeret kita jauh, jauh sekali dari realita hidup.

Kembali ke blackbird, secara musikalitas dan dari segi lirik, jelas bahwa band ini telah mencapai suatu tingkat kedewasaan tertentu dalam bermusik, dibuka dengan intro yang digarap apik dengan petikan gitar (picking) yang akan membuat kita berpandangan bahwa lagu ini total beraliran slow rock bahkan mello, petikan gitar terus berlanjut diiringi suara sang vokalis yang terkesan berat, tanpa iringan instrumen drum dan bass. Dentuman bass dan drum baru terasa menggebuk di detik ke 56 yang ditandai dengan suara distorsi gitar. Selanjutnya tempo lagu akan naik secara signifikan. Dentuman terus berlanjut, tapi di menit ke 1 detik ke 29, tempo menurun kembali, drastis! Petikan gitar kembali akan mendominasi, bedanya kali ini drum dan bass akan hadir, menambah nuansa berat, tapi empuk. Di menit ke 2, detik ke 27, nuansa alternative metal kembali kental.

Di menit ke 3 detik ke 27, semi-solo gitar yang terkesan menggunakan efek dan terkesan “kotor” berkombinasi apik dengan suara gitar ritme yang bersih tanpa efek benar-benar menciptakan sebuah rangkaian bar melodi yang dapat dikatakan sangat “cerdas”, tempo di sini kembali drop, menurun.

Menit 4 detik 37, gitar solo dengan suara distorsi melody mulai men-drive instrumen secara keseluruhan. Pada menit ke 5 detik 15, teknik shredding gitar mulai mencabik, dan suara melody yang terdengar akan semakin cepat. Ini benar-benar menegaskan bahwa sang gitaris memang memiliki level tersendiri. Ane bahkan tidak dapat membayangkan seberapa cepat jari-jari sang gitaris menekan suatu fret, lalu berpindah-pindah ke fret-fret lainnya dengan sesekali mengkombinasikan teknik hammer on, release dan bend dalam tempo hanya beberapa detik! Di sini gitar benar-benar menjadi instrumen yang menjadi highlight. The guitarist plays like mad!

Setelah beberapa saat, suara dari vokalis kembali dengan diiringi suara yang tercipta dari harmonisasi beberapa instrumen. Menit ke 7, outro mulai digaungkan dengan tempo yang menurun, semakin menurun hingga sampai di akhir lagu yang ditutup oleh petikan gitar.

Dari segi lirik, blackbird di sini bukanlah menceritakan tentang seekor burung hitam, blackbird di sini adalah penggambaran tentang seseorang dan liku hidupnya. Ini tidak digambarkan secara gamblang, tetapi melalui lirik yang terkesan abstrak dan agak sulit untuk dimaknai.

Yah, over all, lagu ini termasuk lagu yang sangat recomended. Lagu yang dapat membuktikan bahwa untuk memasuki industri musik, idealisme dalam membuat lirik dan musik merupakan hal yang tidak perlu dikorbankan.
Cekidot liriknya gan

“Blackbird”
The willow it weeps today
A breeze from the distance
is calling your name
Unfurl your black wings and
wait
Across the horizon it’s
coming to sweep you away
It’s coming to sweep you
away
[Chorus:]
Let the wind carry you
home
Blackbird fly away
May you never be broken
again
The fragile cannot endure
The wrecked and the jaded
a place so impure
The static of this cruel
world
Cause some birds to fly
long before they’ve seen
their day
Long before they’ve seen
their day
[Chorus:]
Let the wind carry you
home
Blackbird fly away
May you never be broken
again
Beyond the suffering
you’ve known
I hope you find your way
May you never be broken
again
Ascend may you find no
resistance
Know that you made such a
difference
All you leave behind will
live to the end
The cycle of suffering goes
on
But memories of you stay
strong
Someday I too will fly and
find you again
[Chorus:]
Let the wind carry you
home
Blackbird fly away
May you never be broken
again
Beyond the suffering
you’ve known
I hope you find your way
May you never be broken
again
May you never be broken
again

Over all, lagunya bagus dan recomended banget. Tapi berhubung musik itu masalah selera, ane kembalikan ke agan. Cheers!

Blackbird

About Ali Bachtiar

love rock and serenity!
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

30 Responses to Blackbird, an epic

  1. Ely Meyer says:

    hrs ke you tube dulu nih buat ndenegrin lagunya

    kalau dr judulnya, banyak sekali tuh Blackbird yang tiap hari main ke halaman rumahku, merdu sekali suaranya

  2. kangyaannn says:

    penasaran jadi ingin denger juga gan…..

  3. newbeejr says:

    ane ga ngarti bhasa inggris

  4. jayputra9 says:

    keren detai sekali kk nerangin lagunya. bahkan yang saya salut lagi, itu lagu dalam bahasa inggris. ^_^ kakak hebat

  5. Citra Taslim says:

    saya juga suka alterbridge. *tossssss*

  6. SanG BaYAnG says:

    Jadi penasaran lagunya.., okey go to lokasi.. πŸ˜€

    Wah biasa ngereview yah mas.., kq enak men dibaca.. :mrgreen:

  7. giewahyudi says:

    Wah suara saya enggak cocok sama musik metal nih. Video youtubenya enggak ada ya?

  8. evi says:

    Rock itu kan dimamai orang juga musik cadas ya mas. tp lirik dalam black birds ini romantis sekali. itu yg dirimu maksud dng mengandung sastra ya?

    • pena usang says:

      Disebut romantis sih sebenarnya jauh dari romantis mba hehehe, menurut ane itu mengandung dan agak nyerempet sastra karena kata yang terangkai di liriknya sama sekali tidak menjelaskan makna lagu secara gamblang hehe

  9. violetcactus says:

    reviewnya keren mas, sudah kayak di majalah musik aja πŸ™‚

    dan yg beginian jauh lebih mending daripada lagu galau melulu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s