Suling Sunda – Nilik Budaya

Sebenernya minggu ini ane agak bingung mau ngangkat tema apa, ya ini gara-gara kedangkalan ilmu ane di masalah budaya tradisional juga, tapi kan di sini kita sama-sama belajar. Akhirnya ada inspirasi juga. Hehe.

Berawal dari ketidaksengajaan ane yang melihat suling sunda ane yang tergeletak di meja tulis, timbul dah akhirnya inspirasi. Kebetulan dulu ane pernah sedikit belajar tentang suling sunda, jadi ada ilmu yang sedikit mau ane bagi. Sedikit yaa.. Hahaha.

Suling sunda itu merupakan salah satu jenis alat musik tiup, satu jenis ama saxophone, recorder, trumpet, dan lain-lain. Suling sunda merupakan alat musik yang masih cukup sering digunakan, baik di acara-acara tradisional, maupun sebagai instrumen yang sengaja ditambahin ke musik modren modern. Menjamurnya komunitas seni di Bandung khususnya komunitas musik tradisional membuat kelestarian dari suling sunda ini cukup terjaga gan, walaupun sudah agak menurun eksistensinya. Komunitas-komunitas etnik tadi secara aktif terus menggaungkan musik-musik pop culture yang di dalamnya terdapat beberapa instrumen tradisional layaknya suling dan beberapa intstrumen khas sunda lainnya. Media-media lokal di Bandung contohnya beberapa stasiun tv lokal pun cukup memerhatikan hal ini dengan menyiarkan musik-musik tradisional sekaligus memperkenalkan komunitas-komunitas musik etnik tersebut. Sayangnya hal tersebut engga diimbangi oleh feedback dari masyarakat yang untuk sekedar mengenal pun terkesan ogah-ogahan.

Balik ke suling sunda. Secara fisik, suling sunda itu sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, ada yang berlubang empat, lima, enam, bahkan tujuh. Suling sunda yang berlubang tujuh ntu merupakan pengembangan. Banyaknya lubang dan berbedanya jenis suling tadi bukan tanpa maksud, melainkan ada fungsi tersendiri, contohnya pada suling berlubang enam yang berfungsi sebagai instrumen yang memainkan melodi/sebagai patokan nada si penyanyi. Begitu pun dengan suling yang berlubang empat, lima dan tujuh yang memiliki fungsi tersendiri.

Bahan Baku

Masalah bahan baku, suling sunda ini terbuat dari bambu. Bambu yang banyak digunakan adalah bambu tamiang yang memiliki karakteristik tipis, kering dan kecil. Pemilihan ini dimaksudkan agar proses pelubangannya mudah dan bambu jenis ini memiliki ruas yang panjang. Coba agan bayangkan jika ruas bambu yang digunakan sebagai bahan baku adalah bambu yang memiliki ruas pendek. Ngga kebayang kan?

Bambunya pun harus sudah mencapai usia akil balig, alias cukup umur agar nanti hasil sulingnya ngga keriput pas di bakar (oven). Menurut satu sumber yang ane baca, untuk menekan kadar air, pengambilan bambu dilakukan pada saat musim kemarau.

Notasi

Berdasarkan yang dulu ane pelajari, pada suling sunda, terutama yang berlubang enam (tapi di jenis suling sunda lainnya pun kalau tidak salah sama) notasi yang digunakan berbeda dengan notasi yang biasa kita kenal.

Di musik modern, notasi yang digunakan adalah do-re-mi-fa-sol-la-si-do’, beserta pengembangan nada dengan menaikan nada dengan “kres (#)” atau menurunkan nada dengan “mol (b)” dan jika tiga nada digabungkan di tambah satu notasi penyempurna nada (perfect) maka akan membentuk suatu sistem chord tertentu. Nah di suling sunda tidak menggunakan notasi tersebut melainkan memakai notasi da-mi-na-ti-la-da. Penggunaan notasi ini di suling sunda sedikit mirip dengan penggunaan notasi biasa jika kita memainkan recorder. Jika kita sudah mengetahui lubang mana yang harus ditekan untuk menciptakan nada tertentu, maka untuk memainkan lagu, kita hanya tinggal mengikuti partitur.

Beginilah wujud suling sunda (yang berlubang enam):

Bagian atas suling

Bagian atas suling

Bagian yang berfungsi sebagai tempat meniup

Lubang untuk meniup

Enam lubang pada suling sunda yang berfungsi sebagai “dapur” pemroduksi nada

Enam lubang suling

Bentuk lubang pada suling sunda

Lubang pada suling sunda

Oke, berhubung ga ada lagi yang bisa ane tulisin di tema ini, mungkin cukup sekian minggu ini. Lanjut lagi di lain kesempatan ya gan. Cheers!

Referensi sub pembahasan bahan baku suling sunda: http://sanggarsr.blogspot.com/

About Ali Bachtiar

love rock and serenity!
This entry was posted in Nilik Budaya. Bookmark the permalink.

63 Responses to Suling Sunda – Nilik Budaya

  1. yisha says:

    kaka asli sunda ya ka..???????? 😕

  2. bensdoing says:

    suling sunda….sangat syahdu rasanya kalo ditiup ditengah keheningan….

  3. Wah wah, orang bandung juga ternyata.
    Bandung dimana nih kakak usang?

  4. pena usang says:

    Lah? Agan juga Bandung ya?
    Di daerah Bandung Selatan gan, kopo

  5. Tikatiko says:

    suling sunda itu kayak suling yang biasa ada di film bukan? yang dipake penggembala yang duduk di atas kebo?

  6. bagian atasnya itu buat pegangannya ya???

  7. Ilham says:

    wah mas ali tahu banyak tentang suling sunda. lestarikan terus budaya indonesia.

  8. kangyaannn says:

    saya sempat belajar memainkan suling sunda, tapi gak bisa bisa gan….

  9. SanG BaYAnG says:

    Sebagai pecinta sunyi, masih kuingat alunan itu dikarawang menyisir malam tepian dengklok. :mrgreen:
    #baru tahu detilnya.. 😀

  10. jayputra9 says:

    pengetahuan saya dengan budaya indonesia sangat lah minim. saya merasa terbantu dalam menambah pundi pundi pengetahuan saya tentang budaya indonesia.

    sulingnya terlihat sangat ringan tidak seperti suling india dan pasti suaranya merdu. saya suka suara suling.

  11. 2PAI says:

    Nice post. Kapan-kapan gue mau ke sunda ah! eh, Bandung maksudnya. Mojang bandung kan gelis-gelis euy! hehee
    hmmm emang semua seruling sunda ada “Cantolanya” ya di bagian yang buat niup! di tempat gue juga ada seruling dari bambu tipis… tapi nggak tahu jenis bambunya. 🙂

  12. pena usang says:

    Silakan kang, ditunggu kunjungan ke Bandungnya, kalo masalah mojang geulis mah, di Bandung emang tempatnya hehehe.
    Yaaah, berdasar yg selama ini ane liat, emang ada cantolannya, ciri khas tersendiri juga dan berfungsi untuk membantu menopang lapisan tempat meniup

  13. anislotus says:

    mantep mantep mantep……

    tapi dari dulu sy belajar suling gk bisa2.. haha

  14. Gen Puisi says:

    wah,,, bisa mainin ngk bang,, asik dunk klo bisa main suling,,,
    membayangkan di tengah lapang memain kan seruling,, terus di samperin ama cewek cewek cantik,,, ohhhhh

    hehhehe
    maaf nglantur,salam kenal wae…

  15. Lestarikan Budaya kita 😉
    sudah jarang yang pakai alat musik sunda sekarang mah 😦

  16. Ely Meyer says:

    aku malah baru tahu kalau suling sunda terdiri dari berbagai jenis yg dibedakan dgn jumlah lobangnya itu

  17. abi_gilang says:

    Sebagai info tambahan aja: suling sunda dng 6 lubang biasa digunakan sebagai suling “nada madenda” yaitu nada2 rendah sedangkan suling dengan lubang 4 sebagai “suling pelog” yang biasa untuk memainkan nada2 tinggi. Semangat terus Sob melestarikan budaya Sunda.

    • pena usang says:

      Wah, makasih bgt kang info tambahannya ^_^ .. Kalo melestarikan mungkin agak sulit ya kang, karena usaha nyata dari ane untuk melestarikan itu sendiri hampir tidak ada.. tapi kalo menuliskan dengan tujuan agar budaya tersebut tetap diingat, khususnya buat ane yg nulis mungkin bisa, karena cuma itu yg bisa ane lakukan hehe

  18. Surya says:

    Lam kenal.. Aja gan. Aku pendatng baru

  19. nanang s says:

    Kang ada ukurannya ga panjang bambunya berapa dan ukuran lubang 1 ke lubang berikutnya dan seterusnya……

    • Ali Bachtiar says:

      Kalo untuk ukuran secara spesifik sih kurang tau ane, sorry hehehe. Karena emang ane menjumpai ukuran yg berbeda-beda, diameternya pun begitu. Jarak lubang satu ke lubang lain kurang dari 2 cm kalo ga salah inget mah hehehe

  20. ada bentuk notasinya gitu2 gk kk?

  21. ada bentuk notasinya gitu2 gk kk?
    maap, komen yg di atas salah email kk,.
    x_x

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s