Cepot – Nilik Budaya

Ini adalah minggu pertama sekaligus posting program nilik budaya yang pertama, biar ga terkesan kaku, ane ga bakalan ngegunain bahasa formal, cukup bahasa sehari-hari yee, soalnya kan anak muda skarang keliatannya cepet bosen tuh kalo baca tulisan yang pake bahasa formal, apalagi ini posting tentang budaya yang biasanya kurang diminati anak muda, makanya biar lu pada kaga lari duluan sebelum baca posting karena bahasanya bikin lu bosen, ane pake bahasa sehari-hari. Jangan males baca gan, ane aja yang lagi sakit ga males nulis. Daripada nantinya kebanyakan basa-basi, langsung kita cek ke TKP (jangan salah tanggep gan, ane bukan Parto gan, ini juga bukan acara OVJ gan hahaha)

Kali ini ane mau bahas tentang Cepot. Pada tau kan?
Engga?
Wih bener-bener nih ente semua, giliran tokoh drama korea aja ente hafal luar kepala (kalo hafal dalem kepala kaya gimana ya gan? Hahaha).

Cepot

Cepot ato biasa dikenal Astrajingga adalah salah satu tokoh yang eksis di dunia pewayangan, terutama di daerah Pasundan. Cepot adalah anaknya Semar Badranaya (ane ga bakal nerangin siapa Semar Badranaya, karena di berbagai daerah, beda versi pula. Ini yang ane bahas adalah penokohan wayang yang di Jawa Barat). Cepot juga punya brothers, namanya Petruk dan Dawala.

Cepot dikenal sebagai tokoh yang humoris, resep ngabanyol (suka bercanda) kata orang sunda mah. Cepot juga menjadi daya tarik di setiap pementasan wayang itu sendiri, karena pas si Cepot keluar, wih, suasana ketegangan langsung sirna.

Bahkan sekarang ada juga yang menjadikan Cepot sebagai tokoh utama dari pementasan wayang.

Tokoh cepot juga sebenernya sekarang lebih dikenal karena tokoh Cepot ada di salah satu acara di salah satu tv swasta (itu loh, yang ditayangin pas pagi. Udah ah takut di sangka promosi. Hahaha).

Jika agan pernah ke tanah sunda, ato emang orang sunda, agan pasti setuju jika Cepot menjadi satu perlambang masyarakat sunda di sisi selera humor.

Selain ditonjolkan sebagai tokoh berkarakter humoris, tokoh Cepot juga kerap kali ditampilkan sebagai tokoh yang menyampaikan aspirasi rakyat dan bahkan sindiran, tetapi dibalut tawa dan kelakar.

Beberapa dalang bahkan menggunakan cepot sebagai kokojo (andalan) dalam setiap pementasannya. Asep Sunandar Sunarya adalah salah satu dalang kawakan dari tanah sunda yang biasa menggunakan Cepot sebagai kokojo.

Yup, cukup sekian. Semoga ada manfaatnya. Kurangnya mohon dimaafkan (karena ane tau dari segi penyampaian ane engga ada lebihnya). Sampai jumpa minggu depan di rubrik Nilik Budaya (wih udah kaya koran aja ini situs hahaha).

Sumber gambar dan referensi:

http://en.m.wikipedia.org/wiki/Cepot

About Ali Bachtiar

love rock and serenity!
This entry was posted in Nilik Budaya. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s